MAKALAH
ILMU SOSIAL DASAR
PELAPISAN SOSIAL YANG MENYANGKUT TENTANG UMUR
“PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG KENAKALAN REMAJA”
NAMA KELOMPOK :
1. Chika Khoirunnisa (31415471)
2. Evi Ayu D (32415300)
3. Fachri Husaeni (32415324)
4. Nur Hafiz F (35415182)
5. Silmi Kamilah (36415567)
6. Yudho Septianto (37415323)
KELAS: 1ID10
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
2015
BAB I
PENDAHULUAN
Setiap masyarakat senantiasa mempunyai penghargaan tertentu terhadap hal-hal tertentu dalam masyarakat yang bersangkutan. Penghargaan yang lebih tinggi terhadap hal-hal tertentu, akan menempatkan hal tersebut pada kedudukan yang lebih tinggi dari hal-hal lainya. Kalau suatu masyarakat lebih menghargai kekayaan materil dari pada kehormatan. Gejala tersebut menimbulkan lapisan masyarakat, yang merupakan perbedaan posisi seseorang atau suatu kelompok dalam kedudukan yang berbeda-beda.
Filsuf Aristoteles mengatakan di dalam negara terdapat tiga unsur, mereka yang kaya sekali, yang pertengahan dan yang melarat. Seseorang sosiologi terkemuka, yaitu Pitirim A.Sorokin, pernah mengatakan bahwa sistem lapisan merupakan ciri yang tetap dan umum dalam setiap masyarakat yang hidup teratur. Lapisan teratas adalah orang yang memiliki sesuatu yang berharga dalam jumlah yang sangat banyak. Dan lapisan rendah adalah mereka yang hanya sedikit sekali atau tidak memiliki sesuatu yang berharga. Biasanya golongan yang berada dalam lapisan teratas tidak hanya memiliki satu macam saja dari apa yang di hargai oleh masyarakat, tetapi kedudukanya yang tinggi, memiliki uang banyak, kekuasaan, dan mungkin juga kehormatan. Sistem lapisan dalam masyarakat tersebut dalam sosiologi di kenal dengan social stratification. Kata stratification berasal dari kata stratum (strata yang berarti lapisan).
Menurut Pitirim A.Sorokin social stratification adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat. Perwujutanya adalah kelas-kelas tinggi dan kelas yang lebih rendah. Menurut sorokin,dasar dan inti lapisan masyarakat tidak adanya keseimbangan dalam pembagian hak dan kewajiban, kewajiban, dan tanggung jawab nilai-nilai sosial pengaruhnya di antara anggota-anggota masyarakat.
BAB II
LAPISAN MASYARAKAT(STRATIFIKASI SOSIAL)
A.Pengertian Lapisan Masyarakat (stratifikasi sosial)
Menurut Pitirim A.Sorokin, stratifikasi sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat. Pitirim A.Sorokin juga mengatakan bahwa lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur. Lapisan-lapisan kelas secara bertingkat dapat di bedakan menjadi tiga unsur, yaitu kelas atas, menengah, dan kelas bawah. Golongan yang berada dalam kelas atas adalah golongan yang memiliki banyak uang, kekuasaan, dan mungkin juga kehormatan.
Bentuk-bentuk lapisan masyarakat berbeda-beda dan banyak sekali. Lapisan-lapisan tersebut tetap ada sekalipun dalam masyarakat kapitalistis, demokratis, komunistis, dan lain sebagainya. Lapisan masyarakat tadi mulai ada sejak manusia mengenal adanya kehidupan bersama di dalam suatu organisasi bersama. Misalnya pada masyarakat-masyarakat yang bertaraf kebudayaan masih bersahaja. Lapisan masyarakat mula-mula di dasarkan pada perbedaan seks, perbedaan antara pemimpin dengan yang di pimpin, golongan budak dan bukan budak, pembagian kerja, dan bahkan juga suatu perbedaan berdasarkan kekayaan.
Lapisan masyarakat memiliki banyak bentuk-bentuk kongkrit. Akan tetapi, secara prinsipil bentuk-bentuk tersebut dapat di klasifikasikan ke dalam tiga macam kelas yaitu yang ekonomis, politis, dan yang didasarkan pada jabatan-jabatan tertentu dalam masyarakat. Umumnya, ketiga bentuk kelompok tadi mempunyai hubungan yang erat satu dengan yang lainya, di mana terjadi saling mempengaruhi. Misalnya, mereka yang termasuk ke dalam suatu lapisan atas dasar ukuran politis biasanya juga merupakan orang-orang yang menduduki suatu lapisan tertentu atas dasar ekonomis. Dimikian pula mereka yang kaya biasanya menempati jabatan-jabatan yang senantiasa penting. Akan tetapi hal itu tergantung pada sistem nilai yang berlaku serta berkembang dalam masyarakat bersangkutan.
B. Contoh Lapisan Masyarakat
Deferensiasi atau perbedaan sosial adalah pembedaan penduduk atau warga masyarakat ke dalam golongan-golongan atau kelompok-kelompok secara horisontal ( tidak bertingkat ). Perwujudannya adalah penggolongan penduduk atas dasar perbedaan-perbedaan dalam hal yang tidak menunjukkan tingkatan, antara lain ras, agama, jenis kelamin, dan profesi.
1. Bentuk diferensiasi sosial secara biologis meliputi :
a. Diferensiasi jenis kelamin.
Perbedaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan mempengaruhi perolehan hak dan kewajiban dalam banyak aspek, seperti kondisi kerja, kehidupan ekonomi dan politik dan lain-lain.
b. Diferensiasi umur.
Perbedaan perolehan hak dan kewajiban anggota masyarakat yang berbeda umur tidak hanya ada pada situasi masyarakat tradisional, tetapi juga pada masyarakat feodal dan masyarakat modern.
c. Diferensiasi Ras.
Ras adalah katagori untuk sekelompok individu yang secara turun-temurun memiliki ciri fisik dan biologis tertentu yang sama. Ciri morfologis (fisik dan biologis) ini meliputi dua hal :
- secara kuantitatif : ukuran badan, bentuk kepala dan bentuk hidung.
- Secara kualitatif : warna kulit, jenis rambut dan warna mata.
Jenis ras dibagi dalam 4 kelompok besar yaitu Caucasoid, Mongoloid, Negroid dan ras Khusus.
2. Bentuk diferensiasi sosial sehubungan dengan kondisi sosio kulturalnya
a. Diferensiasi Agama
Agama apa pun mempunyai dua aspek ajaran bagaimana manusia berhubungan dengan Tuhan (transenden) dan bagaimana manusia berhubungan dengan dunia (imanen)
b. Diferensiasi Profesi
Diferensiasi profesi adalah perolehan hak dan kewajiban yang berbeda karena perbedaan profesi masing.
C. Permasalahan yang Timbul dalam Lapisan Masyarakat
Hal ini tentunya dapat menimbulkan deskriminasi sosial di dalam masyarakat. Contohnya pada suatu acara di balai warga, orang yang mempunyai kedudukan tinggi atau mempunyai status ekonomi yang baik akan di utamakan dan diberi tempat khusus pada perhelatan tersebut, sedangkan orang dengan status sosial yang masih rendah umumnya mendapat tempat di belakang padahal sudah menganti lebih awal. Atau pada rapat warga, yang diundang untuk menghadiri rapat hanyalah warga dengan status sosial yang tinggi tanpa mau mendengarkan pendapat dari warga lainya.
Hal ini lambat laun dapat menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat dan dapat menimbulkan ketidak harmonisan antar warga. Untuk menghindari terjadinya kecemburuan sosial akibat adanya pelapisan sosial ini, hendaknya orang dengan status sosial yang lebih tinggi dapat “Duduk sama rendah, Berdiri sama tinggi” dan saling merangkul satu sama lain dengan warga yang memiliki status sosial yang rendah agar terjadi keharmonisan di dalam bermasyarakat.
Solusi, mengenai lapisan masyarakat kita harus saling menghargai satu sama lain agar tidak menimbulkan perbedaan kedudukan dalam kehidupan masyarakat tersebut.
BAB III
Dalam video yang akan kami buat ini adalah menyangkut tentang lapisan masyarakat yang berkaitan dengan umur. Judul pada video ini adalah “Pandangan masyarakat tentang kenakalan remaja”. Video kami bersifat wawancara.
Di video ini kami akan menanyakan 3 pertanyaan berbeda kepada setiap orang dari mulai yang kecil hingga dewasa. Setiap orang tentu akan mempunyai jawaban yang berbeda-beda walaupun dengan pertanyaan yang sama. Disini kita akan melihat perbandingan tanggapan anak-anak dengan orang dewasa pastinya memiliki berbeda. Dan tentu saja pertanyaan untuk orang dewasa dibedakan porsinya, karna sangat tidak mungkin jika menanyakan pertanyaan yang sama. Hal ini di karenakan pemikiran anak-anak tidak serasional orang dewasa.
Tujuan dari membuat video ini bukan hanya sekedar untuk tugas kuliah ataupun hanya hiburan semata saja. Namun dari video ini kami dapat membuat penelitian dan pembelajaran yang sangat berharga dari pendapat-pendapat orang yang kami tanyakan dalam pembuatan video kami.
Sumber :
http://muhammadsahal-isd.blogspot.co.id/2010/09/4-pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat.html
http://kedie-rambung.blogspot.co.id/2011/12/contoh-makalahlapisan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar